Usfuriyah Hasitd Ke-5 (Kelima) : Ikutilah Keburukan Dengan Kebaikan

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Hello Sobat Klanters ! Masih bersama kanal kesayangan kita kalantur.com. Sebagai manusia biasa, tentunnya kita tidak akan pernah luput dari kesalahan ataupun maksiat. Setiap manusia pasti pernah melakukan keburukan dan kejelekan. Sebagaimana kita tahu bahwa Manusia adalah tempatnya salah dan lupa  iya nggak klans ?

Terkait hal ini, tentu saja, meski kita menyadari bahwa kita tidak pernah luput dari keburukan, namun menjadi barang pasti bahwa kita semua ingin terlihat senantiasa baik di hadapan pencipta kita, Allah SWT.

Lalu bagaimana menutup keburukan-keburukan yang kita lakukan ?

Tuhan memiliki perspektif berbeda soal baik dan buruk. Ketika di hadapan manusia seribu kebaikan kita akan hangus dengan satu keburukan yang kita lakukan, maka Tuhan, Allah, justru sebaliknya. Ribuan keburukan kita bisa terhapus oleh kebaikan yang kita lakukan.

Dalam hal ini, maka, untuk bisa menutupi keburukan-keburukan yang kita lakukan, kita cukup mengikutinya dengan kebaikan. Perkara ini dijelaskan dalam hadits yang kelima kitab Mauidzah al Usfuriyah berikut

عَنْ أَبِيْ ذَرٍّ الْغِفَارِيِّ رَضْيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ يَا رَسُوْلَ اللهِ عَلِّمْنِي عَمَلاً يُقَرِّبُنِيْ إِلَى الْجَنَّةِ وَيُبَاعِدُنِيْ مِنَ النَّارِ ، قَالَ إِذَا عَمِلْتَ سَيِّئَةً فَأَتْبِعْهَا حَسَنَةً . قَالَ قُلْتُ أَمِنَ الْحَسَنَاتِ قَوْلُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ ؟ قَالَ نَعَمْ هِيَ أَحْسَنُ الْحَسَنَاتِ .

“Dari Abu Dzar Al Ghifari radliyallahu ‘anhu ia berkata; Wahai Rasulallah! Ajarilah aku suatu ‘amal yang dapat mendekatkanku ke surga dan menjauhkanku dari neraka. Beliau bersabda; “Apabila engkau melakukan kejelekan maka ikutilah dengan melakukan kebaikan”. Dia berkata; Apakah mengucapkan ‘Laa Ilaaha Illallah’ termasuk sebagian dari kebaikan? Beliau menjawab; “Ya, bahkan itu adalah sebaik-baiknya kebaikan”.

Dalam kitab tersebut, ada sebuah hikayat yang keren nih klans, yang dicantumkan penulis berkenaan dengan hadits tersebut. Jadi ceritanya begini

Dahulu kala, ada seorang laki-laki yang sedang wukuf di ‘Arafah. Nah ketika melaksanakan wukuf, laki-laki tersebut memegang tujuh buah batu. Lantas, laki-laki itu berkata : “Wahai batu! Bersaksilah untukku dihadapan Tuhan kami bahwasanya aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah.”

Usai berkata demikian kepada batu yang ia pegang, lelaki tersebut tertidur. Dalam tidurnya, dirinya bermimpi dibangunkan seolah-olah dia berada di hari kiamat. Dalam mimpinya, dia dihisab lalu diputuskan untuk masuk neraka. Maka dibawalah lelaki tersebut oleh para malaikat menuju pintu neraka.

Anehnya, ketika sampai di depan pintu neraka, tiba-tiba saja jatuh sebuauh batu yang besar yang ternyata batu tersebut adalah salah satu dari tujuh batu yang dia pegang ketika wukuf. Batu itu jatuh tepat di pintu neraka dan menutupi pintu menuju ruang penghakiman yangpaling keji itu.

Melihat hal tersebut, malaikat Adzab pun berkumpul dan bekerja sama untuk memindahkan batu yang menutupi pintu neraka tersebut. Namun siapa sangka, seluruh bala tentara malaikat ‘Adzab tak mampu sedikit pun menggeser batu itu.

Akhirnya si lelaki tadi di bawa ke pintu neraka yang lain. Namun lagi-lagi ada batu yang menghalangi pintu neraka yang tidak bisa digeser sama sekali. Hingga dia dibawa ke tujuh pintu neraka, ternyata seluruh pintu neraka telah tertutup oleh batu-batu tersebut.

Karena kebingungan campur keheranan, laki-laki tadi dibawa oleh malaikat menuju ‘Arsy dan diadukan kepada Allah. “Wahai Tuhan kami! Engkau Maha Mengetahui tentang urusan hamba-Mu, sesungguhnya kami tidak menemukan jalan untuknya ke neraka.”

Lantas bagaimana jawaban Allah ? Allah SWT berfirman : “Wahai hamba-Ku! Engkau telah meminta kesaksian pada tujuh batu dan batu-batu itu tidak menyia-nyiakan hakmu, maka bagaimana mungkin Aku menyia-nyiakan hakmu sedangkan Aku Maha Menyaksikan atas kesaksianmu.”  Allah Ta’ala melanjutkan firma-Nya; “Masukkan dia ke surga!.”

Sesuai dengan perintah Allah, laki-laki tersebut dibawa ke surga. Akan tetapi, sesampainya di depan surge, tiba-tiba seluruh pintu surge tertutup rapat. Ketika itu, datangnya si batu dan bersaksi atas nama laki-laki tersebut.

tersebut “Syahadatu an laa ilaaha illallaah” (kesaksian bahwa tidak ada Tuhan selain Allah), akhirnya, mendengar kesaksian sang batu, seluruh pintu surga di buka dan masuklah laki-laki tadi.

Jadi begitu klans, laki-laki tadi dimasukkan ke surge karena kesaksian batu atas dirinya, bahwa dirinya benar-benar meng-Esa-kan Allah SWT.

Pada dasarnya hadits ini sangat erat kaitannya dengan hadits kedua sebelumnya yang menceritakan bagaimana seorang ahli maksiat mampu mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

Nah inti dari hadits ini adalah, mengajarkan kepada kita supaya ketika kita melakukan kesahalan ataupun sebuah keburukan, maka ikutilah perbuatan itu dengan kebaikan seperti halnya dzikir Laa Ilaaha Illallah. Dengan demikian, Insya Allah Tuhan memberikan ampunan kepada kita.

Semoga kita senantiasa mendapatkan ampunan dari Tuhan Yang Maha Esa, aamin yaa rabbal ‘alamiin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Fine

Santri Tua yang belum kunjung menemukan pasangan hidup

10 thoughts on “Usfuriyah Hasitd Ke-5 (Kelima) : Ikutilah Keburukan Dengan Kebaikan

  • 2 Maret 2021 pada 4:04 am
    Permalink

    Seriously now though, I have been deleting those types of comments from day one on my blogs. I cant stand them, to me it just adds useless junk and filler to my page for no real reason. Nobody gains anything from reading a sentence like that so there is no point of it being there. It does not add any value or any other view points to the disnissuoc. Linnell Hans Viccora

    Balas
  • 23 Februari 2021 pada 5:00 pm
    Permalink

    You made some good points there. I checked on the internet for more info about the issue and found most people
    will go along with your views on this web site.

    Look at my web blog: CBD for dogs

    Balas
  • 23 Februari 2021 pada 4:23 am
    Permalink

    When someone writes an article he/she maintains the plan of a user in his/her mind
    that how a user can be aware of it. Therefore that’s
    why this paragraph is perfect. Thanks!

    Balas
  • 22 Februari 2021 pada 9:36 pm
    Permalink

    I must thank you for the efforts you have put in writing this
    website. I’m hoping to see the same high-grade blog posts from you later on as well.
    In truth, your creative writing abilities has encouraged
    me to get my very own website now 😉

    Balas
  • 22 Februari 2021 pada 8:35 pm
    Permalink

    Everything is very open with a clear clarification of
    the issues. It was definitely informative. Your website
    is extremely helpful. Thank you for sharing!

    Balas
  • 22 Februari 2021 pada 8:03 pm
    Permalink

    At this time I am ready to do my breakfast, afterward having my breakfast coming again to read other
    news.

    Balas
  • 22 Februari 2021 pada 3:18 pm
    Permalink

    I like the helpful info you provide in your articles.
    I’ll bookmark your blog and check again here regularly.
    I’m quite certain I will learn many new stuff right here! Good
    luck for the next!

    Balas
  • 22 Februari 2021 pada 2:00 pm
    Permalink

    Its such as you read my thoughts! You appear to
    know so much about this, such as you wrote the e-book in it or something.
    I feel that you just can do with a few percent to pressure the message home a bit, but other than that, that is fantastic blog.

    An excellent read. I’ll certainly be back.

    Balas
  • 22 Februari 2021 pada 1:06 pm
    Permalink

    Fantastic goods from you, man. I’ve be aware your stuff previous
    to and you are simply too fantastic. I really
    like what you have acquired right here, certainly like what you are stating and the best way in which you are saying it.
    You’re making it entertaining and you still take care of to stay
    it smart. I can not wait to read much more from you.
    That is actually a tremendous site.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.