Usfuriyah Hadits ke-4 (Empat) : Satu Sama Dengan 70 Ribu

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh sobat Klanters !. Masih setia dengan Kalantur.com bukan ? karena saya yakin sobat Klanters semua ini pingin jadi orang yang pinter, maka kali ini saya bakal ngajak kalian semua untuk belajar alias menuntut ilmu.

Berhadiah Ibadah Malam 70 ribu Tahun

Kenapa sih harus menuntut ilmu ? ya tentunya biar jadi pinter, kan pada pingin pinter to ? heuheuheu. Jangan lupa, kalau sudah mendaatkan ilmu, DIMANFAATKAN !. sebab, ilmu yang terbaik adalah ilmu yang bermanfaat.

Bahkan nih klans, bukan hanya mendapatkan manfaat dari ilmu itu saja. Kalau ilmu kita manfaat, kita bakal mendapat ganjaran pula dari Allah SWT. Nah, hal ini erat kaitannya dengan hadits ke-4 yang termaktub dalam kitab Mauidzah Ushfuriyah sebagai berikut :

عَنْ ابْرَاهِيْمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضْيَ اللهُ عَنْهُمْ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ تَعَلَّمَ بَابًا مِنَ الْعِلْمِ يَنْتَفِعُ فِى آخِرَتِهِ وَدُنْيَاهُ أَعْطَاهُ اللهُ خَيْرًا لَهُ مِنْ عُمْرِ الدُّنْيَا سَبْعَةِ آلَافِ سَنَةٍ صِيَامِ نَهَارِهَا وَقِيَامِ لَيَالِيْهَا مَقْبُوْلًا غَيْرَ مَرْدُوْدٍ .

Dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari ‘Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhum ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Barangsiapa yang mempelajari satu macam ‘ilmu yang bermanfa’at bagi akhirat dan dunianya maka Allah Ta’ala akan memberinya kebaikan dari usia dunia yaitu pahala puasa dan ‘ibadah malam selama 70 ribu tahun yang di terima, tidak di tolak”.

Nah, gimana ? perlu dijelasin ? oke sabar !

Baca Juga : Usfuriyah Hadits Ke-2 (Dua)

Dalam hadits tersebut, disampaikan bahwa, satu ilmu manfaat yang sobat Klanters dapatkan, bakal diganjar oleh Allah seperti halnya ibadah malam selama 70 ribu tahun. Widiiiih, keren nggak tuh ? hidup kita aja nggak sampe segitu lamanya. Ibadah malam aja jarang-jarang. Nah ini, mempelajari satu ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhirat, diganjar oleh Allah dengan begitu luar biasanya.

Hal tersebut memberikan pencerahan kepada kita bahwa Allah SWT sangat memulyakan seorang yang berilmu. Bahkan, Firman Allah dalam All-Qur’an saja kan jelas. Bahwasanya “Allah SWT akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman dan yang berilmu diantara kalian”

Makanya jangan heran kalau kok kita sering menemukan orang-orang yang berilmu selalu dihormati oleh kebanyakan manusia. Begitulah cara Allah memulyakan umatnya yang berilmu.

Amal Para Pahlawan

Satu lagi, bukan hanya mereka yang sudah berilmu. Tapi, Allah juga sangat memulyakan orang-orang yang sedang menempuh perjalanan spiritualnya untuk menimba ilmu. Bahkan, seorang yang sedang menimba ilmu itu sama seperti para pahlawan. Kok bisa ?

Dalam sebuah riwayat hadits disebutkan :

عَنْ ابْرَاهِيْمَ عَنْ عَلْقَمَةَ عَنْ عَبْدِاللهِ بْنِ مَسْعُوْدٍ رَضْيَ اللهُ عَنْهُمْ قَالَ قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قِرَاءَةُ الْقُرْآنِ أَعْمَالُ الْمَكْفِيِّيْنَ وَالصَّلَاةُ أَعْمَالُ الْأَعَاجِزِ وَالصَّوْمُ أَعْمَالُ الْفُقَرَاءِ وَالتَّسْبِيْحُ أَعْمَالُ النِّسَاءِ وَالصَّدَقَةُ أَعْمَالُ الْأَسْخِيَاءِ وَالتَّفَكُّرُ أَعْمَالُ الضُّعَفَاءِ أَلَا أَدُلُّكُمْ عَلَى أَعْمَالِ الْاَبْطَالِ قِيْلَ يَا رَسُوْلَ اللهِ وَمَا أَعْمَالُ الْاَبْطَالِ قَالَ طَلَبُ الْعِلْمِ فَإِنَّهُ نُوْرُ الْمُؤْمِنِ فِى الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Dari Ibrahim dari ‘Alqamah dari ‘Abdullah bin Mas’ud radliyallahu ‘anhum ia berkata; Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda; “Membaca Al Qur’an adalah ‘amal orang-orang yang berkecukupan, shalat adalah ‘amal orang-orang yang tidak mampu, puasa adalah ‘amal orang-orang faqir, tasbih adalah ‘amal kaum wanita, shadaqah adalah ‘amal orang-orang yang dermawan dan tafakkur adalah ‘amal orang-orang yang lemah. Maukah kalian aku tunjukkan ‘amal para pahlawan? Beliau ditanya; Wahai Rasulallah! Apakah ‘amal para pahlawan? Beliau menjawab; “Menuntut ‘ilmu, sesungguhnya menuntut ‘ilmu adalah cahaya orang mu’min di dunia dan di akhirat”.

Nah dalam hadits tersebut, disebutkan bahwa amalan seorang pahlawan adalah menuntut ilmu. Sebab, jika kita ibaratkan ilmu sebagai cahaya (Al ‘Ilmu Nuurun), maka orang yang sedang menimba ilmu berarti sedang mencari cahaya yang nantinya bisa menerangi banyak orang di sekitarnya. Bukankah sangat heroic ?

Jadi, Sobat Klanters. Yang kecil, yang besar, yang muda, yang tua, jangan pernah berhenti untuk terus belajar. Tanamkan dalam diri kita untuk menjadi seorang pelajar seumur hidup kita. Agar bisa selalu menjadi pahlawan. Heuheuheuheu.

Fine

Santri Tua yang belum kunjung menemukan pasangan hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.