Usfuriyah; Hadits Ke-1 (Satu)

Bismillahirrahmanirrahim, Kelawan nyebut asmane Allah dzat kang moho welas Asih ing dunyo lan akherat (dengan menyebut nama allah dzat yang maha pengasih didunia dan akhirat). Dengan penuh kehati-hatian hari ini saya tuliskan, apa yang telah dituliskan oleh Syekh Muhammad ibn Abi bakr al masyhur bi ‘usfuriyi.

Beliau dengan berpedoman pada hadits Nabi Muhammad SAW. “barang siapa yang menghafal (mengamalkan) 40 hadis, maka kelak di akhirat akan dibangkitkan bersama para nabi dan para ulama (HR. Ibnu Asakir)”. Dengan harapan di hari pembangkitan nanti dibangkitkan bersama para nabi dan ulama, beliau mengumpulkan 40 (empat puluh) Hadits komplit bersama hikayat cerita yang mempermudah kita memahami maksud dari hadits tersebut agar dapat kita amalkan.

Kitab rangkuman tersebut yang kita kenal dengan kitab Al-mawaidl Al-usfuriyah. Dengan semangat membara langsung saja kita going ke hadits pertama:

عن عبد الله بن عمر رضي الله تعالى عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : الراحمون يرحمهم الرحمن، ارحموا من في الأرض يرحمكم من في السماء.

Dari abdullah bin Umar radiyallahu ta’ala anhuma berkata: Telah bersabda Rasulullah SAW: orang-orang pengasih akan dikasihi oleh yang maha pengasih, berbelas kasihlah kepada penghuni bumi, maka kalian akan dikasihi oleh penghuni langit.

الخبر بتمامه
Kabar yang menyempurnakan —datangnya hadits ini. Diriwayatkan dari Umar RA suatu ketika berjalan-jalan ke kota, disuatu tempat beliau bertemu anak-anak sedang memainkan burung pipit —’Usfur, cikal bakal penamaan kitab— lantas dibelilah burung tersebut kemudian beliau melepaskannya karena kasihan. Setelah beliau wafat, banyak sahabat bertemu dengan beliau didalam mimpi lalu bertanya:

“Perlakuan apa yang diberikan Allah kepadamu?”

“Allah memberi ampunan atasku” jawab Umar RA

“Amal apa yang menjadikan Allah mengampunimu? Kedermawananmu? Keadilanmu atau kezuhudanmu” tanya sahabat

“ketika kalian menguburkanku lalu tujuh langkah meninggalkanku, Malaikat yang gagah perkasa mendatangiku hingga membuat lututku gemetar dan kehilangan akalku, mereka membawaku dan mendudukkanku hendak menanyaiku. Sampai akhirnya aku mendengar “tinggalkanlah hambaku, janganlah kalian menakutinya, aku mengasihinya dan sungguh telah memaafkannya karena ia pula mengasihi burung pipit semasa hidupnya” lalu kedua malaikatpun pergi meninggalkanku.” jelas Umar RA

حكاية أخرى

(Hikayat lain) dahulu kala ada seorang ahli ibadah dari bani israil. Ia berjalan kemudian melewati gundukan pasir. Lantas ia bertemu dengan fakir miskin dari bani israil dan ia membatin dalam hati “seandainya gundukan pasir itu berubah jadi gandum, niscaya akan kukenyangkan perut-perut mereka yang kelaparan”. Lalu Allah mewahyukan kepada salah satu Nabinya untuk menyampaikan kepada orang tersebut bahwa orang tersebut telah mendapatkan pahala dan ampunan karena kebaikan hatinya, niat baik dari perkataannya “seandainya gundukan pasir itu berubah jadi gandum, niscaya akan kukenyangkan perut-perut mereka yang kelaparan”.

Meskipun hanya niat dalam hati, Allah telah memberikannya pahala seolah pasir tersebut benar-benar menjadi gandum dan ahli ibadah tersebut benar-benar berhasil mengenyangkan perut orang-orang kelaparan. Sungguh allah maha pengasih kepada orang-orang yang penuh kasih.

Kawan klanters, mari kita membatin!

Akhnan

Calon Presiden yang hobi nulis, sekaligus calon menantu dari calon mertuaku yang entah dimana berada

One thought on “Usfuriyah; Hadits Ke-1 (Satu)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.