Tuhan, Ijinkan Aku Menjadi Pelacur !

Judul Buku
Penulis
Penerbit Tahun Terbit Tebal Buku
:
:
:
:
Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur !
Muhidin M. Dahlan
ScriPta Manent 2003 (terbitan pertama) 269 Halaman
Deskripsi Buku

Salam Klanters!! Wuihh judulnya ngerih amat ya !!

Wohooo… Apa yang terngiang di benak dan fikiranmu saat mendengar Kata Kata Pelacur?

Tuna Susila?

Murahan?

Jalang?

Kaget, jijik atau bahkan mungkin sampai ketahap saya tidak akan membaca buku ini. Hal itu juga  sama persis seperti dulu waktu ku Upload  gambar Cover Buku tersebut via Status Story WA,  bukan di hujani pujian karena ku sedang giat giatnya membaca ( jujur buku  itu gue lahap habis kurang dari 1 minggu) malah dihujani balasan personal chat yang bagiku su’uzon banget dah, sampai ada yang berkata ‘buku gitu kok dibaca ?’ ,  ‘keblinger  banget kamu’ , ‘ kamu waras?’ dan lain lain. Ya memang si kuakui  siapa coba yang gak bertanya tanya melihat judul yang seperti itu pasti tangannya juga gatal lah, pingin cepat cepat coment dan menyadarkan si pembaca bahwa buku itu aneh.

Gimna gak aneh coba emang ada ya manusia yang ingin sehina itu , minta izin sama Tuhan lagi  untuk jadi Pelacur. Wohoho… Sungguh Betapa Sangat Kontroversial Sekali bukan judul buku tersebut. 

Wuih tapi tenang Klanters!!!

Si Penulis Buku “Tuhan, Izinkan Aku Menjadi Pelacur” – Muhidin M. Dahlan ini gak asal sembarang nulis buku ya, maksut ataupun isi dari buku tersebut bukan seperti judulnya (baca: lurusan) kok, Santuy Aja. Jadi tulisan di buku ini tidak mengandung unsur unsur doktrin, Trik dan Tips jadi Pelacur apalagi sampai menyematkan harapan si Penulis agar Pembacanya berbondong bondong jadi Pelacur- Aman ya.

Nah jadi buku fiksi yang diangkat dari kisah nyata ini mengisahkan tentang Seorang Mahasiswi baru, Muslimah dan dia bernama Nidah Kirani yang sedang menempuh pendidikan di salah satu universitas di Jogjakarta, perjalanan Nidah Kirani ini dimulai dengan niatnya yang tulus dan  ikhlas untuk mendalami tekait Ilmu Agama Islam, ia ingin sekali menjadi muslimah yang sangat kaffah dan totalitas dalam beragama.

Dalam Bab pertama buku tersebut di terangkan bagaimana Nidah berjuang untuk menegakkan akhlak-akhlak yang mulia dengan menerapkan kebiasaaan kebiasaan seperti mengaji, membaca Al-Qur’an, sholat,puasa dan berdzikir. Hingga di suatu titik dipertemukan dia dengan seorang yang mengajaknya untuk ikut organisasi yang berbau fanatik tehadap agama atau secara kasarnya disebut (Organisasi Garis Keras). Dinamika dan kontroversi muncul di tahap ini dimana pada akhirnya Si Cantik Kiran tersebut di baiat dan ikut terlibat didalam organisasi tersebut. Kepada organisasi tersebut, kiran menggantungkan harapan besar untuk dapat membantu kekaffahannya. Namun hal yang dia dapatkan berbanding terbalik dengan harapan dia, dimana jihad dan dakwah yang dia lakukan tidak berbanding lurus dengan apa yang dilakukan oleh anggota anggota yang ada di organisasi ini.

Seperti Kata kata Ustad di Jemaah yang dilontarkan dalam sebuah kutipan buku tersebut

“Kita Boleh berbohong, sepanjang itu berkaitan dengan kepentingan Islam dan kerahasiaan perjuangan. Bahkan menipu, mencuri, merampok, dan menjual barang pribadi maupun melacur. ini jihad dan bukan untuk  foya foya, dan Allah Maha Tahu itu semua.”

Lambat laun kehidupan Sufistik Seorang Kiran pun memudar karena melihat realita kehidupan di organisasi yang ia anuti yang kian hari kian menampakkan bahwa hal tersebut sudah tidak sesuai dengan apa yang dia inginkan terlebih kehidupan para Jemaah yang cenderung Materialistik dan Individualistik. Kiran mulai menampakkan ketidak nyamanan nya di organisasi tersebut, bersama 3 temannya akhirnya  mereka memberanikan diri untuk keluar dari organisasi tersebut.

Ketika keluar Kiran selalu saja dihantui oleh ketakutannya akan diburu dan dibunuh (ancaman), ditambah kekecewaan dan kegeramannya terhadap organisasi tersebut yang semakin menjadi-jadi hingga menyulut perihal agama dan Tuhannya. 

“… TUHAN. Ia tidak tau lagi mau apa dan kemana. Ketika Ia kudekati, Ia Menyempal, lalu apa bedanya ber-Tuhan atau tidak. Aku tak pernah bisa mengeri apa maunya Tuhan…”

– Kiran –

Difase ini Kiran merasa Tuhan tidak memberikan fasilitas atau wadah yang membuat Kiran dapat menunduk mendekat Kepada-Nya. Kiran pun perlahan mulai hilang atas kepercayaan kepada-Nya hingga mencapai titik nol, yang pada akhirnya membuat Kiran menjadi Frustasi ,dalam kondisi inilah karena terpengaruh oleh pergaulan, Kiran melampiaskan  frustasinya dengan mengkonsumsi obat obatan terlarang dari temannya. Dia pun semakin keluar dan menjauh dari dogma-dogma agama, rutinitas yang dilakukan oleh ia pun sangat berbeda bahkan bisa di sebut kebalikan dari dunia yang dia harapkan.

 Terlebih ketika dia kenal seorang laki laki yang ikut dalam organisasi kiri (aktivis) didalam perkenalan itulah akhirnya Kiran Jatuh Cinta, dari hubungan tersebut Kiran mengenal terkait dengan seks bebas dan kemunafikan yang hadir dalam setiap tubuh laki laki (nilai feminis lahir dalam bab tersebut). Yang lebih mengerikannya lagi dalam buku tersebut di ceritakan bahwa Kiran tidak hanya ditiduri dan meniduri lelaki aktivis tersebut akan tetapi banyak laki laki seperti agamawan, pejabat publik dan dosen bukan tanpa sebab Kiran melakukan hal tersebut, Kiran sedang menggali terkait otak laki laki yang sebenarnya apakah lelaki itu memang benar orang orang yang berwibawa di depan kamera menyampaikan gagasan atau hanya omongan omongan bullshit saja yang  tidak sampai kepada tahap pencerahan (hanya urusan selangkangan saja).

Wuih Keren Bukan Ceritanya…

Tidak hanya itu ada beberapa part juga dimana Nidah Kirani mencoba untuk mengimani Iblis, dia berfikir bahwa Iblis itu sangat termarginalkan, bolehlah sekali kali dia itu mendengarkan iblis. Dalam kutipan tersebutpenulis seakan memberikan pesan tersirat untuk para pembaca bahwa dalam melakukan segala sesuatu dan ingin melangkah harus selalu mempertimbangan dua hal sisi baik dan buruk agar seimbang dan ditengah tengah tidak terjerumus kedalam hal hal yang tidak diinginkan.

Begitu Klanters!!!!

Gimana yang belum membaca tertarikkah untuk membaca buku tersebut ?

89 thoughts on “Tuhan, Ijinkan Aku Menjadi Pelacur !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.