The Three Pillars of Evil “Satanic Finance”

Judul Buku          : Satanic Finance

Penulis                 : A. Riawan Amin

Penerbit              : Calestial Publishing

Edisi                       : Cetakan pertama  April 2007

Wohoho … Selamat datang Kolega !!! Agen binaaan kami!!!

Kalian Bodoh !!!mudah sekali masuk dalam jerat tipu muslihat  Setan !!!!

Bravo Bravo – sorak sorai dari Bangsa kami ….

Ahaha kira-kira begitulah Klanters !!!  gumam Setan yang sedang bangga-bangganya menelan banyak Korban (Baca: Bangsa Manusia) megelincirkan dan menyesatkannya dari Jalan Kebenaran. Mudah dan kuulangi sangat mudah menyeret manusia ke dunia persetanan hanya dengan satu kunci cuman gegara DUET – MONEY – FULUS manusia ambyar dalam dekapan syaiton.

Nampaknya bukan hanya itu Klanters !!!

Tak disangka dan tak diduga… Torehan atas dedikasi ke-Istiqomah-an Bangsa Setan dalam menyeret manusia ke lubang yang salah (baca : kemungkaran) membuahkan hasil. Ternyata ada manusia yang benar-benar salut dan mengapresiasi kerja keras Bangsa Setan. Bahkan, tak tanggung-tanggung, Bangsa Setan berhasil menjadi pemeran utama dalam karya A. Riawan Amin dalam bukunya SATANIC FINANCE. Warbiasah bukan.

Dalam buku tersebut secara detail A. Riawan Amin mengisahkan Praktek-Praktek dan agenda-agenda Setan dalam menjebloskan manusia ke lubang kemungkaran.

Dimulai dari The Three Pillars of Evil. A. Riawan menerangkan bagiamana asal muasal sejarah terbangunannya ketiga pilar tersebut yang di perankan oleh 2 suku, yaitu Sukus dan Tukus. Dikisahkan bahwa kedua suku ini hidup berdampingan, harmonis dan gotong royong. Akan tetapi semua berubah ketika Negara api menyerang – becanda. Semua berubah setelah seorang dari negara asing datang menawarkan solusi untuk perekonomian yang katanya modern. Hanya dengan bermodalkan alat pencetak uang,

Simsalabim …. Semua merasa di mudahkan – Simpel – Efisien – Praktis .

Uang Emas dan Logam mulai berganti dengan lembaran Kertas bergambar dan bestempel –  Sah legal secara Kepemerintahan. Lalu bagiamana dengan nilai dari Uang Emas/ Logam Vs Uang Kertas?Apakah Sama? Atau lebih tinggi mana?

Ohohoho… mbok ya di pikir aja logika ngene.

Uang Kertas punya nilai instrinsik apa ? – yo jelas gak ada, uang kertas hanya kuat secara legal karena diterbitkan dan diakui oleh pemerintah (Rentan Spekulasi) lalu bagaimana kalau pemerintah itu kehilangan kepercayaan ? – njur rak no regone duetmu kui kan.

Berbeda dengan Uang Logam/ Emas yang memiliki nilai instrinsik di dalamnya dan pasarlah yang menghargai bukan pemerintah (baca : dekrit penguasa) – hohoho jadi kalau klanters punya emas/ logam mau jaman terbitnya tahun alif ba’ ta sampek Wawu ya bisa di tukar. BERHARGA.

Hohohoho… gimana klanters jangan nyesel lho ? tenang duit kita berharga ahaha…….

Ya sampai di sini Eksistensi Uang Kertas semakin melejit, perkembangan berita itu pun terjadi dimana mana hingga ke telinga Suku Tukus. Berbeda dengan Suku Sukus, disana warga/ penduduk Tukus hanya sedikit yang memiliki Koin Emas. Lantas apa yang dilakukan oleh kedua pendatang itu ?

Karena keterbatasan koin emas dengan akal bulusnya kedua pendatang itu membagikan 100 lembar uang kepada 100 kepala keluarga di pulau itu – Ye bagi bagi fulus gratis (baca: pinjaman ) etss jangan seneng dulu, tetap di kembalikan + 100 lembar uang tambahan ya – hahahaha…

Ya begitulah perjanjiannya, Lambat laun uang kertas merajai alat tukar, bahkan prosentase penukaran uang kertas ke koin emas berkurang. Rata-rata hanya sekitar 10 persen, sisanya masih aman di berangkas penyimpanan – Warbiasahhhhh.

Yeay – melihat peluang ini, gasss tanpa pikir panjang ide brilian setan muncul kembali meracuni otak kedua agennya yokkk cetak lagi, cetak terus uangnya yang banyak.

Tak tanggung-tanggung mereka mencetak hingga 900.000 dalam kalkulasinya dengan jumlah uang kertas yang dibagikan totalnya menjadi 1.000.000 – Buset ngerih ya Fantastic !.

Loh kok bisa ? Yo bisa lah ! Jadi gini penalarannya…

Jika saat ini bank menyimpan deposit nasabah sebesar 100.000 anggap saja ini adalah jumlah dari 10 % cadangan (FRR), maka 100% dari deposit yang disimpan adalah 1.000.000. Dengan kata lain ada tambahan uang yang diciptakan bank sebesar 1.000.000 – 100.000 = 900.000 – ini hanya untuk satu orang deposangimana kalau  ratusan nasabah dengan deposit yang sama ? wkwk kalau mau gelenggeleng kepala gapapa kok Klanters.

Waduh ini belum ditambah uang maya hasil penggandaan 900.000 yang di salurkan melalui pinjaman dengan suku bunga 15% ya – gimana ? mau di ceritakan juga ? ahaha..

Yang pasti setelah tertimpa 3 pilar ini, Fiat Money, FRR, dan Interest akan banyak korban yang berguguran dari mulai gagal membayar hingga memicu ketidakseimbangan di mana harga-harga akan cenderung naik dan terjadi inflasi lebih parahnya dapat mengundang Krismon (baca: Krisis Moneter).

Dalam bagian kedua, penulis menerangkan tentang bahayanya berhutang yang digambarkan dalam sistem Credit Card. Sejatinya produk unggulan setan ini berfungsi hampir sama dengan fiat money tetap ada bunga yang wajib dibayar pada saat jatuh tempo dan denda jika terlambat membayar – bedanya Credit Card ini dibuat super mudah masuk dompet keluar bayar tinggal gesekgesek. Nah dengan penawaran yang seperti itu  Credit Card akhirnya mendorong penggunanya untuk berhutang terus menerus pada bank (baca: pola hidup konsumtif). Padahal, jika dikalkulasikan, bank belum tentu memiliki seluruh jumlah pinjaman yang dihabiskan oleh para pengguna Credit Card – cetak lagi cetak lagi.

Lanjut ya Klanters !!!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.