Semesta Rusuh

Langit misuh-misuh dengan mendung di gerbang malam

Menggedor pintu bersama Guntur

Sedang hujan ricuh di pojokan dengan jomlowan

Kata mereka :

“Hujan hanya mengingatkan kenangan mantan”

Tapi sekelompok manusia lainnya mengelak,

“Hujan menjadikan rindu semakin menawan”

Akhirnya jalanan kota turut adu sambatan

Sebab hujan, genangan harus ditanggung di punggung

Aaaaarggh

Riuh mobil lalu lalang menambah keluh aku yang berteduh di lapak bakso pinggir jalan

Tanpa kopi,

Dan tanpamu, Putri,,,,

Fine

Santri Tua yang belum kunjung menemukan pasangan hidup

2 thoughts on “Semesta Rusuh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.