Rukun Iman dalam Islam

Setiap muslim, baik yang dari lahir maupun yang muallaf (pindah agama) wajib hukumnya mengikuti kaidah-kaidah dasar agama islam, salah satunya ialah rukun iman. Rukun sendiri dapat diartikan sebagai sesuatu yang harus ada/dilakukan (suatu pokok yang tidak boleh ditinggalkan dalam sebuah kegiatan).

Sebagai contoh hal yang tidak boleh ditinggalkan (rukun) dalam berwudhu adalah membasuh muka, atau dengan kata lain jika tidak membasuh muka maka wudhu yang dilakukan bukan lagi tidak sah melainkan menjadi batal. Begitu pula dalam konteks Iman, ada rukun yang harus dipenuhi agar seseorang dapat dikatakan beriman.

Iman sendiri berarti percaya atau meyakini sesuatu. Dalam berbagai literatur, hingga dalam Al-Qur’an sendiri kata iman banyak termaktub didalamnya.

Dalam surat Albaqarah (ayat-62) yang artinya “Sesungguhnya orang-orang mukmin, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati”.

Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa rukun iman ialah pokok-pokok keyakinan seorang muslim agar dapat dikatakan sebagai seorang mukmin (orang-orang yang beriman). Ada 6 rukun yang wajib di imani oleh umat islam diberbagai belahan dunia antara lain:

Iman kepada Allah SWT
Iman kepada para Malaikat
Iman kepada kitab-kitab Allah SWT
Iman kepada Nabi dan Rasul
Iman kepada hari akhir (kiamat)
Iman kepada Qada dan Qadar

Keenam rukun iman tersebut wajib dipahami, diyakini, dan dirasakan oleh orang-orang yang mengaku muslim, agar dapat dikategorikan sebagai orang mukmin (beriman). Jika salah satu dari enam rukun tersebut tidak dimiliki maka batal keimanan seorang muslim.

Lantas apasih fungsi iman itu sendiri?, dan kenapa harus beriman?

Penting untuk dipahami bahwa, “iman sendiri punya fungsi untuk menyehatkan hati. banyak penyakit hati seperti Iri, dengki, hasut, dan lainya yang dapat diobati dengan keimanan” tutur Abah syaekhudin, pengasuh majlis ta’lim dzikrul qolbi (12/10/2020).

Dengan meyakini bahwa Allah sebagai penolong yang Haq dan tiada Tuhan selainnya, mempercayai keberadaan malaikat beserta tugasnya,
meyakini kebenaran janji Allah dalam kitab-kitabnya, percaya adanya hari akhir (penegakan kekuasaan Allah), serta meyakini adanya qadha dan qadar, dapat menghilangkan kekhawatiran kita tentang sesuatu yang mungkin berlebihan, dan akan teguhlah hati kita dengan keimanan yang kita miliki.

Oleh : Akhnan

Akhnan

Calon Presiden yang hobi nulis, sekaligus calon menantu dari calon mertuaku yang entah dimana berada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.