Rentang Kisah (Bagian I)

Terbawa Angin

Orkes dangdut musik khas nusantara hanyut terbawa angin tak menetap, pun terngiang di telinga. Entah apa yang sedang aku dengar. Nyatanya aku tak mendengar apapun. Yang aku lihat hanyalah garis lengkung disudut bibir orang asing sedang memberi selamat kepada sang pengantin didalam ruangan itu.

Beberapa detik berlalu, lalat yang sangat tidak sopan tiba-tiba mengatup kelopak mataku yang terlihat indah oleh sentuhan eyeshadow yang sengaja aku pakai untuk bertamu ke acara resepsi kawanku. Entah apa yang sedang di rasakan lalat sampai berani menyerang dan memporak-porandakan eyeshadow kelopak mataku, yang dengan tanpa sadar membuat gerak reflek jurus ngucek-mata ( mirip saat kelilipan) aktif tanpa ampun.

Rasanya sudah tidak penting seperti apa lukisan eyeshadow di kelopak mataku. Lambat aku sadari ternyata ada suara mungil nan manja dengan suara tawa yang halus dan berkelas. Siapakah wanita disamping orang asing itu???

….

Mendadak diriku beserta jantung, hati dan seisinya seperti amblas. Entah tenggelam ke sudut bumi bagian mana. Astaga. sulit sekali mengembalikan rasa yang seperti ingin meledak sedari awal tadi. Aku sungguh tidak mengenal dan berada dalam ketidaktahuan.namun intuisi sulit sekali terdengar bersahabat. Diriku seperti truk oleng atau barangkali seperti pasien rumah sakit yang tidak dijenguk keluarganya atau bahkan seperti orang hamil yang hendak melahirkan dan kehabisan nafas lalu dibantu oleh tabung oksigen. Entah seperti apa aku harus mengatakannya. Tidak ada kalimat yang pantas menggambarkan carut-marut nya hatiku saat itu.

Atmosfer bumi mendadak pengap. Kegelapan seakan menyelimuti setiap sudut sinar-sinar yang menerobos masuk atas ruang dalam diri.

….

Tak asing ku dengar suara yang menuju padaku.. ” Hey, Adeera kenalin. Ini temenku Bambang. Terus yang di sampingnya itu pacarnya, shinta… ” . Ujar kawanku.

…..

Sungguh saat itu. Diriku seperti tersambar petir disiang bolong. Entah tanah yang amblas tadi berwujud seperti apa.

Senyuman pahit dariku mungkin tersuguhkan dengan ikhlas  dan alami.

Tanpa basa-basi aku Memilih untuk menarik diri dari tempat sialan itu. Rasanya pertemuan semacam itu tidak pernah aku alami sebelumnya. Sungguh sangat idiot sekali aku bisa merasakan rasa yang meledak -ledak melihat orang asing bernama Bambang dengan pawakan tidak begitu tinggi yang memiliki wajah khas Jawa semacam itu. Sungguh teduh. Tapi keadaan hatiku sebaliknya

…..

Malam hari, 2018

Musim panas belum menyatakan kontrak nya habis atau diperpanjang untuk tahun ini. Panas dan Mendadak aku teringat, sore hari tadi aku mengutuk keras-keras diriku sendiri. Atas dasar apa perasaan itu muncul tanpa ijin terlebih dahulu?. Malam itu aku dihadapkan dengan perasaan yang ingin senang dan ingin teriak sekeras yang aku bisa. Sungguh. aku bukan tipe orang yang dengan mudah bisa menangis.

Entah bagaimana bisa aku harus mengubur perasaan yang seperti ingin meledak ini. Apapun caranya, pasti akan aku kubur. Rasanya sudah amblas tapi ingin sekali aku tersenyum -senyum sendiri di depan cermin. Untung saja otakku masih waras. Aku tidak akan melakukan hal menjijikan yang gila itu! .

Biarlah saja aku kubur  ~ sampai bertemu dilain masa semoga Tuhan tidak bercanda lagi denganku dan menitipkan perasaan yang meledak-ledak seperti tempo lalu. ~ selamat tidur

.

To be Continue….

Gezond Verstand

MHS PRODI BIMBINGAN PENYULUHAN ISLAM YANG INGIN IKUT NYALON DPR TAHUN 2024.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.