Putra Mahkota Kalimantan Yang Kembali – Bagian 2

Sebelumnya di kalantur.com Setelah cukup lama meninnggalkan kalimantan dan menetap di Kerajaan Sunan Giri, putra Raden Sekar Sungsang, Panji Sekar, dinikahkan dengan putri Sunan Giri. Lalu setelahnya, Panji Sekar mendapatkan gelar baru, yakni, Sunan Serabut.

Sekar Sungsang, Kembali ke Kalimantan Untuk Menikahi Ibu kandungnya ?

Usai putranya, Panji Sekar, menikah dengan Putri Sunan Giri, sang ayah, Raden Sekar Sungsang memutuskan untuk kembali ke Kalimantan. Ia ingin kembali menetap di Candi Agung. Setelah ditelusuri oleh tim redaksi kalantur.com, wilayah Candi Agung berada di daerah Amuntai – Kalimantan Selatan.

Maksud dan tujuan kembalinnya Raden Sekar ke Kalimantan, adalah untuk mencari ibundanya yang telah lama berpisah. Meski dulu ibundanya bersikap kejam kepadanya, namun, bagi Raden Sekar, Ibu tetaplah ibu. Kerinduan terhadap ibunya tersebut pun, selalu menggelayut dalam hatinya.

Sayang seribu sayang, kepergiannya yang sudah terlampau lama, membuat Raden Sungsang lupa akan wajah ibundanya, Putri Kabuwaringin.

Hal tersebut mengakibatkan sebuah hal yang mengejutkan. Raden Sekar yang menikah di pulau Jawa, dan pulang ke Kalimantan tanpa istrinya, rupanya jatuh cinta kepada seorang perempuan cantik jelita yang ia temui di Kalimantan dalam kepulangannya. Tak ada yang menyangka, rupanya, wanita yang ia cintai dan ia nikahi itu adalah Putri Kabuwaringin. Sang ibu yang ia cari selama ini.

Ya, sang ibu yang ternyata masih awet muda, berhasil membuat putranya jatuh hati. Ibu dan anak yang sama-sama telah lupa dengan wajah keduanya, akhirna benar-benar melangsungkan pernikahan.

Pada waktu Raden Sekar menikahi Puteri Kabuwaringin, Banjarmasin sedang mengalami Vacum Of Power untuk kedua kalinya. Akhirnya, Raden Sekar yang menikahi sang permaisuri pun mendapatkan tahta raja Banjarmasin. Tercatat, Raden Sekar memerintah pada kisaran tahun 1530-1555.

Ketidak tahuan sang permasuri bahwa lelaki yang menikahinya itu adalah puteranya, akhirnya berakhir. Kala itu, sang Permaisuri sedang dalam keadaan hamil. Tentu saja, hal ini menjadi sebuah kesalahan besar. Akhirnya, setelah melakukan pembicaraan baik-baik, keduanya memutuskan untuk bercerai.

Perceraian seorang raja dengan permaisurinya, bukanlah hal yang bagus. Demikian jelas menjadi sebuah aib Kerajaan. Untuk menutupi hal tersebut, Raden Sekar kemudian menikah dengan Puteri Minasih, anak Patih Lau, beberapa waktu usai bercerai dengan Puteri Kabuwaringin, ibu kandungnya.

To be Continue….

One thought on “Putra Mahkota Kalimantan Yang Kembali – Bagian 2

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.