Menjerat Gus Dur – Bagian II

Hai Klanters…

Masih keinget bagian kemarin gak tulisan itu tu –soal bukunya Mamas Virdi – Menjerat Gus Dur. Masih ingetkan ??? yang kepotong cuman bisa bahas sampai masa kepemimpinan Pak Habibie itu lho???

kali ini kita bahas lebih lanjut lagi yuk – ets tunggu dulu bagi Klanters yang ketinggalan kereta Menjerat Gus Dur bagian I bisa check di web ya – baca dulu yang ono baru ini okey

1. Diangkatnya Gus Dur Sebagai Presiden

Singkat Sejarah, Sampailah kita pada polemik Pemilu 1999 – Eh Klanters nih tak kasih tau ya Sang Juara Jagoan Pemilu di tahun 1999 itu sebenernya dari Partai PDIP lho … trus kok bisa yo Pak Gus Dur yang naik tahta jadi Presiden ? Kok gak Ibu Megawati Sukarno Putri yang jelas dipersiapkan jadi Calon Presiden Jalur PDIP?

Ngene lho – memang pada waktu itu PDIP unggul dengan suara 33,7 % akan tetapi untuk menembus jagad raya semesta Indonesia Merdeka agar tahta kursi kepresidenan bisa diduduki oleh Bu Megawati Sukarno Putri butuh  yang namanya Koalisi (baca: sokongan) partai lain. – Nek gur mung PDIP abot to wong belum lebih dari 50% suara.

Lalu kenapa gak koalisi saja sama yang partai pemenang no 2 – emang siapa si ? GOLKAR – wah yo rek ya gak bakal gelem wong PDIP sama GOLKAR itu pernah padu (baca: berselisih) pada era Suharto.

Lantas apa yang bisa Bu Mega lakukan ? – ya jalan satu satunya cuman komunikasi dengan Gus Dur  atau dengan kata lain menjalin hubungan dengan PKB karena pada waktu itu PKB menduduki urutan ke 3 dengan suara 12,6 % . – namun ternyata bu Mega tidak melakukan hal tersebut dan memilih diam. Disisi lain  dari Partai PKB pun, sudah kadungCidro (baca:  Terlanjur Terluka/ Kecewa) sama Bu Mega karena dulu kala pada saat pembahasan rencana koalisi Bu Mega hanya memberikan kesempatan PKB  1 kursi menteri jika mau berkongkalikong dengan nya – dan  PKB tidak bisa memilih posisi.

Dah runyam kan tuh – karena melihat tidak ada nya upaya dari Bu Mega, di waktu yang bersamaan Amien Rais membentuk Poros Tengah, karena sifatnya (baca:poros tengah) yang terbuka dan dapat bekerja sama dengan kekuatan lain.

Golkar pun tertarik untuk bergabung,bukan tanpa sebab ya ujug-ujug masuk, udah buntu tu pastiabis gimana kalau dipikir pikir gak mungkin jugakankalau GOLKAR nyalon Presiden – Bunuh diri itu namanya – Lha Wong Jelas jelas Pasca Orde Baru banyak elemen yang mencecar keberadaannya untuk dibubarkan. Jadi harapan satu satunya Cuma gabung dan dukung Gus Dur.

Lho kok bisanya langsung Gus Dur yang didukung ? – Oh ya maap lupa gak cerita ehe, Klanters, itu tu memang misi dari Pak Amien, jadi sejak awal digagas Poros Tengah, Pak Amin sengaja untuk mengusung Gus Dur menjadi Pengganti Habibie. menurut beliau Gus Dur akan lebih di terima dari kacamata pluralis – Wehe alasan yang lebih pasti lagi si karena Pak Amien udah ngaku kalah  di pemilu wkwk –partainya hanya mendapatkan 7,1 % suara dan gak mungkin banget kalau koalisi dan nyalonin Bu Mega  – misinya pak Amien.

Setelah melewati pertimbangan dari beberapa partai yang ikut bergabung dalam poros tengah  dan terlepas rencana Yusril yang tadinya maju lalu mundur alon alon–sesuai ekspektasi Pak Amien –Gus Dur lah yang akhirnya diusung menjadi  Calon Presiden berhadapan dengan Bu Mega.

Kontestasi dimulai, Jeng-jeng tak usah di duga dan tak usah di sangka  apa lagi menerka nerka wkwk – Klanters pastinya udah tau kan siapa yang jadi juaranya? – Pak Presiden ke 4 kita Bapak Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dengan mengantongi suara sebanyak 373 selisih lebih banyak 60 suara dengan Bu Mega dan  5 sisanya abstain.

2. Megawati Diangkat Jadi Wakil Presiden

Rombongan Bu Mega (Baca: Partai PDIP) Kocar-kacir menanggapi hal ini, rasa kaget bercampur malu, Cemas dan gak ngerti mau ngapain melanda dan menjadikan si PDIP gundah Gulana, secara PDIP partai terbanyak perolehan porsentase suara DPR, masak gak menduduki posisi apa apa ? – Melihat Kondisi tersebut Megawati Dkk tak tinggal diam, dengan Gercep (Baca : Gerak Cepat) PDIP mengeluarkan jurus bagaiamana agar tidak di isen isenke (baca: dipermalukan), ya salah satunya dengan cara menghubungi Syaifullah Yusuf (Fraksi PKB) dan melayangkan  tuduhan bahwa pak Syaifullah berkhianat kepada Bu Mega karena tidak memberikan suaranya.

Diresponlah tuduhan itu oleh Syaifullah – GPL (baca : Gak Pakek Lama) Gasss Syaifullah langsung meminta Garansi dari Gus Dur – Gus Garansi lah PDIP dadi wakilmu ya

Ya walaupun tadinya Gus Dur sempat mengisukan mencalonkan Pak Wiranto, dan Partai Golkar mencalonkan Akbar Tanjung – keduanya Gatot (Baca : Gagal Total) karena alasan tertentu.  Lantas setelah menerima respon tersebut Golkar pun bepindah haluan untuk mendukung Hamzah Haz dari Fraksi PKB. Tersisalah 2 Bakal Calon Wapres antara Pak Hamzah dan Bu Mega.

Dalam Tahap Pemilihan Bu Mega berhasil menembus kemenangan kali ini – Hoka hoke merendah juga tu si PDIP gelem juga milih posisi wakil, eh la ketimbang malu dan gak dapet jatah si ya, makanya jan ketinggian mimpi tanpa antisipasi, songong sok sokan mandiri (baca: maju sendiri) jangan ditiru ya Klanters yang ginian gak baik ehehe

3. Polemik Penyusunan Kabinet

Polemik belum berakhir, Masa kepemimpinan Gus Dur dimulai, yang tadinya partai koalisi menduga duga dan penuh harap bahwa Gus Dur bisa di stir atau bahkan gampang dilobi – woho itu semua berbalik bak peribahasa jauh panggang dari api Gus Dur tak bisa di ajak Kompromi.

Di awal penyusunan Kabinet,  mulai dari Fuad Bawazier yang kepingin jadi Menteri Keuangan melalui Amien Rais melobi Gus Dur, dengan embel embel partai PAN dan membawa ancaman pencabutan dukungan Poros Tengah – Gus Dur mengabulkan tapi bukan Fuad yang jadi, melainkan Bambang Sudibyo (PAN).

Tak hanya itu saking Kontroversialnya, Gus Dur banyak dihinggapi Kritikan Sana sini dari netizen eh bukan maksudku dari Masyarakat,  gimana gak mau nyinyir ya warga +62 la wong menyaksikan menteri menteri yang di angkat Gus Dur kebanyakan tak padu dengan keahlian dan kompetensinya alias bertolak belakang, eh ditambah lagi dihari  kerja beliau yang belum genap menginjak 100, beliau sudah berani untuk gonta ganti (baca: reshuffle) kabinetnya – hewhew nahani banget kan. Ya tapi klanters dibalik kejadian yang kontroversial tersebut ada maksut tersembunyi dari Gus Dur semacam membersihkan ‘virus’ Orde Baru gitu, ehehe  jadi gak asal asalan main copot gonta ganti ya Klanters!!! Apalagi pak Gus Dur dari awal kepemerintahan sudah mencanangkan ingin menumpas segala bentuk KKN (Baca : Korupsi – Kolusi – Nepotisme) dalam Kepemerintan RI.

Lah pokokke ya gitu,  sayang seribu sayang semenjak Gus Dur melakukan segala kinerjanya yang hampir semuanya Kontroversial tapi baik itu,  banyak sekali yang tidak mengerti terkait sebab musabab Gus Dur melakukan hal tersebut, yang mereka tau (Baca :Partai Koalisi) hanya keanehan dan keganjalan bahkan ketidak masuk akalannya yang dilakukan Gus Dur dan pada akhirnya menyulut kegeraman mereka.

Titik Kulmulasi Kegeraman Partai Koalisi terjadi pada saat Gus Dur mengambil keputusan untuk memecat Laksamana (PDIP) dan Jusuf Kalla (GOLKAR) dari jabatan menteri dengan dugaan Kasus Korupsi, walaupun pada saat itu Gus Dur sudah menyertakan dokumen jawaban interpelasi  terkait pemberhentian kedua menteri tersebut – tetap saja Kedua menteri tersebut dan para pendukungnnya masih menyatakan tidak puas yang pada akhirnya mengundang rasa kecewa, berpangkal dari situlah pada akhirnya dua kekuatan yang tak mungkin bersatu bertemu untuk saling menguatkan dan membentuk komplotan baru untuk menjerat dan menjatuhkan  Gus Dur.

4. Kasus Buloggate dan Bruneigate

Dalam dokumen yang ditemukan Mamas Virdi (baca: si penulis buku) tertulis jelas bagaimana sistem kerja dan rencana rencana busuk si Komplotan Sakit Hati dengan Gus Dur ini berjalan, semua nya dimulai dari DPR yang memunculkan skandal Buloggate dan Bruneigate.

Sebenarnya kasus Buloggate ini berawal dari keinginan Gus Dur yang bertekad memberikan bantuan program kesejahteraan untuk Rakyat Aceh, dengan harapan dapat meredakan konflik yang terjadi dalam pemerintah Indonesia dengan Gerakan Aceh Merdeka alias GAM. Nah namun pada saat itu Gus Dur benar benar tidak memiliki dana sekecil apapun, lantas Gus Dur berinisiatif untuk meminta Badan Urusan Logistik (Bulog) agar dapat memberikan keterangan mengenai dana cadangan tunai yang ada pada bulog – hal yang dilakukan Gus Dur ini serupa dengan cara yang dilakukan Soeharto dan Habibie hanya saja Gus Dur tidak melewati prosedur DPR karena akan membutuhkan waktu yang lama dan politis.

Namun, tiba tiba selang  4 bulan tepatnya di bulan Mei 2000, Gus Dur mendapatkan bocoran informasi bahwa uang sebesar 4 juta USD hilang dari rekening dana cadangan. Usut punya usut Gus Dur mendengar bahwa orang yang diserahi uang tersebut adalah Siwondo tukang pijitnya, dan lebih parahnya pada saat itu Suwondo mengaku- ngaku bahwa mengambil uang tersebut karena presiden memerintahnya sebagai utusan khusus. Padahal pada kenyataanya Gus Dur tak ada indikasi hubungan dengan Suwondo,  hal ini lah yang pada akhirnya berimbas pada Gus Dur  yang di tuduh DPR terlibat dalam manipulasi uang tersebut.

Lalu Klanter tentang Skandal ke 2,  Bruneigate semua ini berawal pada saat Gus Dur berkunjung ke brunei kira kira kira saat Februari 2000, nah dari Sultan Brunei pada saat itu memberikansebongkah dana sumbangan pribadi untuk membantu rakyat Aceh karena dana yang disumbangkan nominalnya relatif kecil di tambah Sultan memang tidak mempercayai jalur jalur rekening pemerintah , sultan pun menitipkan dana tersebut kepada Gus Dur dan meminta untuk tidak dipublikasikan perihal dana tersebut. – entah berantah bertiup dan terbawa dari arah mata angin sebelah mana ternyata informasi tersebut Bocor dan berimbas pada Gus Dur yang dituduh melakukan penggelapan uang.

5. Proses Penggulingan Gus Dur

Setelah dikuak, DPR tanpa pikir panjang langsung menyikapi dengan membentuk Pansus untuk menyelidiki segala sesuatu yang terjadi – ya tapi sebenere itu udah sengaja si bagian dari taktik penurunan Gus Dur jadi bisa dibilang akal akalan kaum sakit hati dengan Gus Dur aja.

Lha kok bisa gitu ya– bisa coba sekarang kita tarik lagi dasar dari pembentukan Pansus harusnya diterapkan pada masa kepemerintahan yang berbentuk parlementer, sedangkan di tahun kepemerintahan Gus Dur itu masih mengikuti tahun dasar 1959 dimana bentuk dari sistem kepemerintahan adalah presidensial sudah jelas dan bisa dikatakan bahwa si Pansus ini ilegal, jika pun ingin diadakan maka bukan mengadakan Pansus melainkan panitia angket yang bertugas sebagai pengawas atau pengontrol dari lembaga eksekutif dan itu sesuai dengan UU No. 6/ 1954 – ya tapi tetap saja DPR itu melaksanakan nya.

Pansus pun bekerja – meski putusan Mahkamah Agung menyatakan bahwa Gus Dur terbukti tidak bersalah. DPR tetap saja melakukan penghakiman secara politik terhadap Gus Dur yang dikeluarkan dalam bentuk Keputusan RI Nomor: 31/PIMP/I/2000-2001 yang mengindikasi bahwa Gus Dur terlibat dalam 2 kasus yaitu Buloggate dan  Bruneigate – Woho mungkin bisa dikatakan sejata ampuh penggulingan Kredibilitas Gus Dur

 Dalam menjalankan aksi penjeratan kepada Gus Dur Komplotan anti- Gus Dur  rupanya sudah menyusun rencana tersebut jauh sebelum penjatuhan Memorandum I oleh DPR – ya pukokke berarti sudah sangat terstruktur rapi dan sistematis wkwk bahkan semua komplotan punya peran dan moment masing masing untuk bertidak.

Pertama yang ditugaskan dalam pengulingan Gus Dur ya so Pasti DPR – dipelopori oleh Akbar Tanjung, Golkarkedapatan jatah memainkan peran sentral karena disini tak hanya jumlah kursi DPR yang diperoleh sangat besar melainkan si GOLKAR ini juga memiliki jejaring koneksi hingga ke ranah mahasiswa. Sebab, dalam sejarah pelengseran kekuasaan dibutuhkan kekuatan parlementer dan ekstra parlementer

setelah itu lanjut ke Fuad Bawazier nah tugas Fuad di sini itu sebagai kompor panas untuk meledakkan opini opini serta menggalang dukungan ke berbagai elemen masyarakat di Indonesia dalam rangka menjatuhkan kredibilitas Gus Dur lewar 2 isu tadi.

Lalu di lanjut untuk tugas merangkul dan menggiring masa BEM PTN dan PTS seluruh Indonesia dan kelompok kanan ormas islam dilakukan dan dikoordinir oleh (PB HMI)  Fakhruddin CS, dengan satu komando isu menuntut Gus Dur mundur. Basis masa tersebut dimanfaatkan untuk mengepung daerah senayan dan mem – pressure  DPR agar menerima hasil kerja Pansus yang menyatakan Gus Dur telah menyalahgunakan kekuasaan. Kemudian pada saat sidang paripurna di gelar, direncanakan bahwa akan ada penggabungan masa secara besar besaran baik dari lini mahasiswa, preman bahkan dari gerakan partai yang telah dikondisikan oleh masing masing operator lapangan.

Woh- tak hanya diserang dari segi politik, antek antek komplotan anti Gus Dur ini juga melakukan sabotase dalam hal ekonomi, dengan cara aksi borong Dollar di pasar valuta asing dan bursa efek – untuk menjatuhkan nilai tukar – baik di dalam maupun luar negeri dan sudah rencana busuk itu digunakan sebagai alat untuk menggonjang ganjingkan kondisi perekonomian kala itu.

Pokoke sudah di blok sana blok sini dengan rapi lah semuanya diatur – lha wong sampai sedetail itu bahkan media massa juga sudah di mobilisir oleh  beberapa orang dengan megangkat isu bahwa Gus Dur gagal mengemban reformasi – lah pokoknya ini mah bukan kaleng kaleng ceunah rencana dari Mas Akbar Tanjung Conection wehe..

Namun Sayang seribu sayang Gus Dur  yang di paksa menyerah, tetap tidak pernah gentar dalam hal melakukan perlawanan terhadap mereka – hal busuk yang mereka lakukan pun disikapi Gus Dur, dari Mulai menyatakan sikap dalam Memorandum I hingga terhitung di detik detik terakhir sebelum di lengserkan Gus Dur masih melakukan perlawanan terakhirnya – dengan membuat dan mengeluarkan Dekrit Presiden yang berisikan point pembubaran parlemen dan pembekuan partai GOLKAR – walaupun Gus Dur sudah menerka dan sadar bahwa beliau sudah diambang kekalahan.

 Singkatnya, setelah Dekrit tersebut dilayangkan – banyak golongan yang menolak akan isi dekrit tersebut termasuk barisan TNI dan DPR/MPR proses penghakiman pun berlanjut hingga Gus Dur Dilengserkan.

Jika kita lihat dari sejarah yang cukup panjang epol tadi, jelas terlihat bagaimana proses Gus Dur yang dilengserkan benar benar dengan cara tipu muslihat yang begitu kejam, dikemas dengan seolah olah proses pemakzulan Gus Dur besifat konstitusional, padahal semua penuh tipu daya trik kecurangan yang diselimuti oleh kekuatan kekuatan oligarki Orde Baru yang mencekam.

Namun dibalik itu semua ada yang perlu kita contoh dan teladani dari upaya upaya Gus Dur dalam usahanya mendemokratisasi Indonesia, dimana dalam semasa Gus Dur menjabat sebagai Presiden Gus Dur selalu menempatkan rakyat sebagai subyek yang berdaulat, disini Gus Dur benar benar memfungsikan rakyat sebagaiamana mestinya, tidak seperti tahun tahun sebelumnya atua bahkan sekarang ehe – menjadikan rakyat hanya figura yang difungsikan saat diperlukan dan bahkan tak jarang dimanfaatkan hanya sebagai alat.

Disamping itu dari Gus Dur, kita juga dapat belajar tentang konsistensi sikap, persis seperti yang tercatat dalam buku ‘Menjerat Gus Dur’ jelas menggambarkan bagaimana Gus Dur ketika masih di luar kekuasaan, ia terus membentuk, memperjuangkan, dan merawat idealismenya—terutama tentang demokrasi— dan ketika berada di dalam kekuasan, Gus Dur memperjuangkan idealismenya agar dapat terwujud.

6. END …..

Oke Klanter hefft jadi begitulah sejarahnya – Rumit ya kayak hidup kamu muehehe…

Oh ya sekali lagi sebelum berakhir, Klanter Mas Virdi menulis buku ini semata mata hanya untuk meluruskan sejarah ya mengungkap teka teki yang sempat menimbulkan tanda tanya besar – jadi  tidak ada unsur lain apalagi balas dendam – lagian kan baik juga untuk pembelajaran bagi kita bahwa pada akhrinya kita tau pernah ada sisi kelam dan kejayaan dalam sejarah Kepemerintahan Gus Dur.

Warning – JAS MERAH (baca : JAngan Sekali-sekali  MElupakan SejaRAH )

8 thoughts on “Menjerat Gus Dur – Bagian II

  • 22 Juli 2021 pada 5:04 am
    Permalink

    Attractive section of content. I just stumbled upon your web site and in accession capital to assert that I get in fact enjoyed account
    your blog posts. Any way I will be subscribing to
    your augment and even I achievement you access consistently
    rapidly.

    Also visit my web page; Viking XL Reviews

    Balas
  • 18 Juli 2021 pada 11:15 am
    Permalink

    Great web site you have got here.. It?s difficult to find excellent writing like yours these days.
    I really appreciate individuals like you! Take care!!

    my blog post … MaxBrute Review

    Balas
  • 17 Juli 2021 pada 2:17 am
    Permalink

    Quality posts is the crucial to be a focus for the users to visit the web page, that’s
    what this website is providing.

    Feel free to visit my homepage: Gentille Derma

    Balas
  • 15 Juli 2021 pada 9:45 pm
    Permalink

    Having read this I believed it was really informative.
    I appreciate you finding the time and effort to put this informative article together.
    I once again find myself spending way too much time both reading and leaving comments.
    But so what, it was still worth it!

    Here is my web blog: Randal

    Balas
  • 15 Juli 2021 pada 11:11 am
    Permalink

    Right here is the right website for anybody who would like to find
    out about this topic. You realize a whole lot its almost hard to argue with you (not that I actually would want to?HaHa).
    You definitely put a brand new spin on a subject
    that’s been discussed for years. Great stuff, just
    excellent!

    Here is my web page; ViagRx

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.