Mengulik Sejarah Kerajaan Cirebon (Bagian I)

Berdirinya Kerajaan Cirebon.

Seperti kita ketahui, Kerajaan Cirebon dan Banten dalam sejarah merupakan kerajaan besar di tanah Jawa yang tidak berhasil di tahlukkan dalam segi perluasan wilayah.

Dikisahkan pada sekitarabadke-15 hingga abadke-16,sebuahkerajaan di Jawa Barat berdiri dengan kokohnya.
Kerajaan tersebut adaIah Kesultanan Cirebon, sebuah kerajaan yang ternama di Jawa Barat kala itu.

Secara Geografis Kesultananan Cirebon terletak di Pantai Utara Pulau Jawa, lebih tepatnya berada pada perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Barat. Terletak di perbatasan menjadikan Kesultanan Cirebon memiliki dua cermin kebudayaan yang akhirnya dibaurkan menjadi kebudayaan baru untuk Kesultanan Cirebon yang tidak terlalu mendominasi budaya Jawa maupun Sunda.

Mulanya, Cirebon adalah sebuah dukuh kecil yg dibangun oleh Ki Gedeng Tapa. Demikian dikatakan dalam serat Sulendraningrat, berdasarkan pada naskah Babad Tanah Sunda.Lama-kelamaan, Cirebon berkembang menjadi sebuah desa yang ramai, yang diberi nama Caruban. Nama tersebut diberikan karena banyaknya para pendatang dari berbagai bangsa, agama, bahasa, dan adat istiadat.

Dalam kesehariaannya mayoritas masyarakat Kesultanan Cirebon adalah seorang Nelayan yang pekerjaannya menangkap ikan dan rebon (udang kecil) di sepanjang pantai untuk membuat terasi.
Dari istilah air bekas pembuatan terasi (belendrang)dari udang rebon ini, kemudian muncul sebutan ‘cai’ rebon” (bahasa Sunda: air rebon), yang kemudian menjadi cikal bakal nama Cirebon.

Dengan pelabuhan yg ramai dan sumber daya alam dari pedalaman, Cirebon tumbuh menjadi salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa. Dari pelabuhan Cirebon, kegiatan pelayaran dan perniagaan berlangsung antar kepulauan Nusantara maupun dengan bagian dunia lainnya.

Mengenai kisah asal-usul Cirebon, dapat ditemukan dalam historiografi tradisional yang ditulis dalam bentuk manuskrip (naskah)yang ditulis pada abad ke-18 dan ke-19.Naskah-naskah tersebut dapat dijadikan pegangan sementara hingga sumberprimerditemukan.
Di antara naskah-naskah yang memuat sejarah awal Cirebon adalah

  1. Carita Purwaka Caruban Nagari,
  2. BabadCirebon,
  3. Sajarah KasultananCirebon,
  4. Babad Walangsungsang, danlain-lain.

Adapun yang paling menarik adalah naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, yang ditulis pada tahun 1720 oleh Pangeran Aria Cirebon, putra Sultan Kasepuhan yang pernah diangkat sebagai perantara para Bupati Priangan dengan VOC antara tahun 1706-1723.

Dalam naskah itu, disebutkan bahwa asal mula kata Cirebon adalah ‘Sarumban’, lalu mengalami perubahan pengucapan menjadi ‘Caruban’ .Kata ini mengalami proses perubahan lagi menjadi ‘Carbon’ , berubah menjadi kata ‘Cerbon’, dan akhirnya menjadi kata ‘Cirebon’

Menurut sumber ini, para wali menyebut ‘Carbon’ sebagai Pusat Jagat, negeri yang dia anggap terletak di tengah-tengah Pulau Jawa. Masyarakat setempat menyebutnya Negeri ‘Gede’. Kata ini kemudian berubah pengucapannya menjadi ‘Garage’, dan berproses lagi menjadi ‘Grage’.

to be continue….

3 thoughts on “Mengulik Sejarah Kerajaan Cirebon (Bagian I)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.