Mencari Letak Tepi lautan kosmik

Ketahuilah apa yang kita ketahui itu terbatas sedangkan yang tidak kita ketahui itu tak berhingga secara intelektual kita berdiri di satu pulau kecil di tengah-tengah lautan ketidaktahuan ketidaktahuan tak terbatas Tugas kita di setiap generasi adalah mereklamasi  untuk memperluas darata

-T.H. Huxkey,1887

Welcome back to kalantur again limited human. Manusia-manusia terbatas dan dibatasi apakabar kalian semua? Semoga senantiasa dalam lindungan-Nya. Kali ini kita akan belajar tentang people power kosmos, apa itu kosmos dan seluk-beluknya.

Kosmos adalah segala yang ada atau pernah ada atau akan ada. Ukuran dan umur cosmos melampaui pemahaman manusia biasa, tenggelam di antara keluasan dan keabadian di situlah planet kecil tempat tinggal kita. Dalam perspektif kosmik sebagian besar urusan manusia entah itu PPKM, PSBB, PSSI, maupun PDIP terlihat tak penting, receh, dan remeh. Meski begitu, spesies kita ini merasa urusannya paling penting dan merasa ingin tahu segala hal bahkan ada yang sok tau padahal kopong.

Dalam sebuah penjelajahan kosmik, manusia membutuhkan skeptisisme dan daya khayal. Daya khayal seringkali akan membawa kita ke dunia yang tak pernah ada sebelumnya. Tanpa adanya daya khayal kita tidak akan pergi kemana-mana. Mungkin dalam Bahasa anak milenial sering dianggap halu dengan level antariksa, kalian pernah menghayal mengbarkan bendera merah putih di bulan? Atau panjat pinang di sana? Lumayan lho, buat konten.

Skeptisisme membuat kita bisa membedakan khayalan dari kenyataan untuk menguji spekulasi kita. Cosmos karya bukan kepalang dalam hal fakta-fakta elegan hubungan-hubungan yang sangat menarik dan mekanisme rumit yang mencengangkan.

Permukaan bumi adalah tepi lautan kosmik. Dari situ kita telah belajar sebagian besar Apa yang kini kita ketahui belakangan ini. Kita telah sedikit memasuki lautan itu sekadar mencelupkan jemari membasahi mata kaki. Akhirnya tampak mengundang dan memanggil sebagian dari kita menyadari bahwa itulah tempat asal kita kita mendambakan untuk kembali pulang. Awas kena ghosting!

Dimensi cosmos sangatlah besar. Sehingga pemaikaian satuan jarak yang lazim, dalam kehidupan sehari-hari di bumi, misalnya m atau MI, menjadi tidak relevan atau praktis. Justru kita mengukur jarak dengan kecepatan cahaya dalam waktu 1 detik seberkas cahaya menempuh jarak 186.000 mil hampir 300.000 KM atau 7 kali keliling bumi dalam waktu 8 menit.

Cahaya akan menjalar dari matahari ke bumi. Dengan kata lain jarak matahari adalah 8 menit cahaya. Jika dalam setahun cahaya melintasi jarak hampir 10 triliun KM atau sekitar 6 triliun mil dalam antariksa yang menyelami.

Bumi adalah suatu tempat namun bukan berarti bumi adalah satu-satunya tempat. Bumi menurut para ahli juga bukan tempat yang khas tidak ada planet atau bintang atau galaxy yang khas. Karena sebagian besar cosmos merupakan ruang kosong bisa saja kita mempunyai kembaran lain di angkasa lain, di alam semesta lain, di galaksi lain.

Namun apakah ada tempat yang khas itu ?. Tentu saja ada satu-satunya tempat khas di ruang hampa semesta yang luas dan dingin adalah malam abadi. Ruang antar galaksi tempat yang begitu asing dan sepi hingga planet-planet bintang-gemintang dan galaksi galaksi tampak begitu langka dan indah.

Bayangkan saja, jika kita terlambat ke luar angkasa dan kita berdiri di posisi yang tepat di ruang antar galaksi. Kita akan melihat gemblongan gemblongan cahaya redup yang tak terhingga banyaknya, tersebar seperti buih-buih air laut di gelombang angkasa. Gelungan cahaya itu lah yang bernama galaksi. Bayangin aja dulu, udah bayangin bahagia hidup sederhana, eh ternyata jadi orang kaya, misal.

Terlihat banyak galaxy yang di antaranya merupakan pengelana tunggal, sedangkan sebagian besar galaksi menghuni gugus-gugus komunal, berkumpul bersama-sama, atau hanyut terus-menerus di kegelapan cosmic yang luas kita bayangkan saja di hadapan kita adalah cosmos dalam skala terbesar yang kita kenal yaitu nebula.

Dunia nebula 8 miliar tahun cahaya dari bumi setengah jalan menuju tepi alam semesta yang kita ketahui . Ggalaxy terdiri atas gas debu serta bintang-bintang bermiliar-miliar bintang, dalam setiap bintang bisa menjadi matahari bagi seseorang (seperti I yang kau jadikan matahari tetapi tak mempedulikanmu sama sekali) dalam reaksi terdapat bintang dan planet dan barangkali ada banyak makhluk hidup makhluk cerdas dan peradaban yang menjelajahi antariksa, namun dari kejauhan galaxy mengingatkan kita akan koleksi benda temuan yang menawan atau, bisa jadi produk kerja alarm selama milyaran tahun di lautan kosmik.

Kira-kira terdapat ratusan miliar (1011)Galaxy, masing-masing galaxy rata-rata mengandung 100 miliar bintang jumlah planet barangkali sebanyak jumlah bintang, yaitu 1011 x 1011 = 1022

10 miliar tahun, mengingat jumlah yang demikian besar itu berapa kemungkinan Satu bintang biasa yaitu matahari punya planet yg mengelilinginya yang di dalamnya dihuni makhluk hidup? Mengapa harus kita yang tersembunyi di sudut cosmos yang  Ini bisa begitu beruntung?

Apakah ada kehidupan lain selain kita? Lanjut ke bagian dua ya, stay tuned manusia-manusia terbatas.

One thought on “Mencari Letak Tepi lautan kosmik

Komentar ditutup.