Lemburindu

Lahan rindu semakin gembur, kakasih

Pada mata yang lembur,

Memata-matai lembar-lembar tak bergambar.

Ia melena pada kelana pelana tanpa sandar

Tak pernah sadar,

Bahwa rindu semakin semu

Musababnya semakin tak tahu malu,

Mula-mula ia milu-milu malu-malu

Lama-lama mala tak tau malu

Ah, Kekasih,

Aku kau kasih kisah bagai kesah pada kasah tanpa kesuh kesih

Sayang, Kisah berakhir tanpa kasih,

sebab tanyaku tak kau jawab,

Kapan kita bersatu ?

Fine

Santri Tua yang belum kunjung menemukan pasangan hidup

116 thoughts on “Lemburindu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.