Hari Pangan Sedunia : Perutku, perutmu, perut kita semua

16 Oktober 2020, hari ini klanters, diperingati sebagai hari pangan sedunia. Hari pangan 2020 kali ini oleh FAO Organisasi Pangan dan Pertanian dibawah naungan  Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bertemakan  “Grow, Nourish, Sustan, Together”. ~Yang makanya nasi lauk lontong bisa pakai google translate yhaa!

Hari pangan diperingati untuk meningkatkan kesadaran akan kebutuhan pokok yang menjadi problematika dasar masalah kemiskinan dan kelaparan. Sudah mengeluh hari ini klanters?

Saya jadi mengingat sujiwo tejo pernah mengatakan “musik itu gak haram, musik yang haram itu bunyi perpaduan antara sendok, garpu dan piring yang terdengar oleh tetanggamu yang sedang kelaparan” kurang lebih seperti itu kalimatnya. ~heu

Dizaman dimana kita dipusingkan dengan mengikuti gaya hidup, kita sering lupa bahwa diantara kita banyak yang masih dipusingkan untuk sekedar memenuhi isi perut. Jangankan penuh, cukup terisi sebagian saja mungkin sudah lega, ya lega lha wong namanya saja gak penuh!

Ditengah-tengah suasana pandemi yang menghawatirkan, lebih-lebih ditambah kericuhan cipta kerja yang lagi-lagi muaranya ke perut ini. Sangat pas rasanya jika menyadarkan diri masing-masing untuk peduli kepada perut sesama, bukan perut sendiri. Tidak muluk-muluk bukan? Tapi susah dilakukan memang.

Jikalau bisa, jangan hanya dilakukan  satu hari dalam setahun saja kita sadar dan peduli terhadap urusan perut orang lain. Sederhana saja, mulai dari memanusiakan petani, gotong royong sesuai amanat pembukaan Undang-undang dasar, hingga cintailah produk-produk Indonesia sesuai di iklan.

Meskipun sebenarnya sudah jelas bahwa sesuai Undang-Undang Dasar 1945 (UUD 1945) dalam pasal 34 ayat 1 dinyatakan bahwa fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh negara, bukan berarti warga negara seenaknya lepas tangan. Justru karena aku dan kamu dengan kata lain kita adalah warga (baca: pemilik) negara maka kita pun punya hak untuk saling memelihara (baca : mensejahterakan).

Maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan, bersama dengan keadilan sosial bagi seluruh rakyat glowing dan goodloking, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan. Jangan pilih kasih, pilihlah aku!. Jangan takut mati, tapi gapapa kalo takut lapar.

Penulis : Akhnan

Kurator : Lita

Akhnan

Calon Presiden yang hobi nulis, sekaligus calon menantu dari calon mertuaku yang entah dimana berada

144 thoughts on “Hari Pangan Sedunia : Perutku, perutmu, perut kita semua

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.