Everton vs Liverpool, 2-2 : VAR Berulah, The Red Gagal Menang

Halo Sobat Klanters domisili perbolaan duniawi!, Gimana semalam?. Malam mingguan sama gebetan, nobar bareng temen tongkrongan, atau meratapi kejombloan di bawah naungan selimut kesendirian.

Yang tadi malam nonton bola mesti tahu, ada pertandingan derby antara Everton menjamu juara bertahan Liga Inggris, Liverpool.

Sebagai juara bertahan, Liverpool ini memang paten. Mereka berhasil membuka angka dengan gol cepat Sadio Mane di menit ketiga. Meskipun setelah itu disamakan oleh Michael Keane di menit 19′.

Dengan kekuatan tangan super Jurgen Kllop, The Reds ini lagi-lagi unggul di menit 72′ lewat bintang mereka, Mohammad Salah. Namun lagi-lagi disamakan di menit 81′ oleh Calvert-Lewin.

Nah, yang paling menarik ini menit Injury time. Setelah Richarlison diusir dari lapangan oleh wasit, kapten Liverpool, Jordan Henderson, sempat ngebobol gawang Everton tapi dianulir sama VAR.

Kata si VAR ini, Mane sebelum kasih assist ke Henderson, lebih dulu berada dalam posisi off-side, yaaa se-pucuk lengan kaos kayaknya.

Keputusan-keputusan VAR yang kaya gini, selalu membakar sangat netijen buat bikin meme di sosial media. Padahal, posisi mane ini tipis sekali atau bahkan mungkin masih sejajar dengan bek Everton. Kalaupun mendahului, mungkin hanya berapa centi kaosnya Mane, atau bahkan berapa mili doang pucuk lengan mane melewati bek Everton.

Gara-gara keputusan VAR yang mengagetkan ini, Liverpool gagal menang.

Teknologi VAR yang digadang² menjadi pengadil atau hakim penentu saat wasit bingung mengambil keputusan, atau memutuskan sebuah perkara yang kontroversial, justru sering mendatangkan kontroversi baru di luar lapangan.

Bukan sekali dua kali. Si VAR ini, sudah sering sekali mendatangkan keputusan kontroversial semacam ini. Yang harusnya memberi keadilan bagi semua kalangan, justru sering merugikan salah satu pihak.

Bahkan, beberapa aturan baru yang muncul pun terasa aneh. Seperti bola yang belum dianggap masuk jika masih ada sebagian kecil bola belum melewati garis gawang, atau off-side meski hanya sepersekian milimeter.

Jadi gimana nih menurut sobat Klanters,
Perbolaan Duniawi ini enak make VAR (singkatannya )apa enggak?.

Fine

Santri Tua yang belum kunjung menemukan pasangan hidup

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.