Belingsatan

Tindakan kamanungsan tak terkondisikan
Akibat konfigurasi bahasa pemrograman hati yang tak terpecahkan
Logika tak mampu mengejawentahkan
Bertaruh pada angan dan intuisi yang berperan

Lagi dan lagi, aku terjebak pada kebingungan atas kebenaran
Tentang limitasi nalar
Tentang ketidakmampuan diri memproyeksikan kehendak
Nyata bahwa sumber kekuatan manusia tiada lain adalah segumpal darah dalam jeruji rongga dada

Aku akui tanpa pembelaan
Untuk kesekian kalinya aku terjebak
Kebingungan sebagai manusia
Oleh manusia lain yang mungkin juga sedang kebingungan

Jangan kepedean!
Namun jika engkau merasa bingung
Bisa jadi itu engkau yang kumaksudkan
Untuk sekarang, hanya bisa kupanggil “kawan”

Akhnan

Calon Presiden yang hobi nulis, sekaligus calon menantu dari calon mertuaku yang entah dimana berada

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.