Aku Yang Pengecut

Malam yang dingin datang mencekam
Diiringi tangis bumi,membasahi tandusnya dunia
Aku tak pernah peduli,meski aku kedinginan,aku tak lagi merasakanya
Sebab sikapmu lebih dingin dari itu
Dalam bisik lirih hatiku berucap “kaulah milikku”
Meski mulut terbungkam rapat
Hati enggan untuk bungkam
Ia mulai berteriak “bahwa kau harus ada untukku”
Aku terus menerka-nerka.
Berpura-pura tak menginginkanmu.
Tapi nyatanya..
Pikiran ini,ditepian hati yang paling dalam,namamu selalu tersimpan..
Senyum sambutmu sejak ku mengenalmu,masih terus berputar dalam otakku seperti gasing.
Tentang aku dan pencarianku perihal dirimu pun terus terngiang nan terkenang..
Ingin sekali kujelaskan bagaimana suasana hatiku sekarang
Ingin sekali aku ceritakan
Bagaimana gelisahnya aku menahan rindu
Dan.. Ingin sekali aku meluluhkan segala resah yang membuatku lelah..
Namun bagaimana?
Aku terlanjur membisu bersama cintaku yang mungkin sendirian
Cukuplah ketidak berdayaan ini menyeretku pada luka
Tapi tidak pada jurang duka yang menyakitkan..
Aku tau.. Aku tau..
Aku benar-benar tau
Bahwa memeluk rindumu adalah pilu
Mencari kasihmu adalah sunyi
Dan berharap bisa bersamamu adalah hampa

Zanky Alfatah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.